INDRAMAYU — Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kaplongan, institusi pendidikan vokasi terkemuka di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, menutup kuartal pertama tahun ajaran 2025/2026 dengan menggelar Festival Seni dan Olahraga yang meriah. Acara yang berlangsung pada 28-31 Maret 2026 ini menampilkan lebih dari 1.200 siswa yang berkontribusi aktif dalam berbagai cabang seni pertunjukan, olahraga kompetitif, dan pameran karya seni tradisional maupun kontemporer.
Festival tahunan yang telah menjadi agenda tetap SMK Kaplongan ini diikuti secara antusias oleh siswa dari ketiga program keahlian utama, yakni Program Keahlian Administrasi Perkantoran, Teknik Sepeda Motor, dan Kuliner. Penyelenggaraan acara di kampus seluas 2,5 hektar yang berlokasi di Jalan Sultan Agung Nomor 45, Indramayu, ini menandai komitmen institusi dalam mengembangkan kompetensi lulusan yang tidak hanya menguasai bidang akademis, melainkan juga memiliki kemampuan interpersonal, kreativitas, dan jiwa sportivitas yang tinggi.
“Festival Seni dan Olahraga SMK Kaplongan adalah wujud nyata dari visi kami untuk menciptakan lulusan yang komprehensif dan siap bersaing di dunia kerja. Kami percaya bahwa pengembangan karakter dan soft skill melalui kegiatan ekstrakurikuler sama pentingnya dengan pembelajaran akademis di kelas,” ujar Drs. H. Bambang Sutrisno, Kepala Sekolah SMK Kaplongan, dalam pidato pembukaan acara pada Jumat, 28 Maret 2026, didampingi oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Dra. Siti Nurhaliza, M.Pd.
Ragam Cabang Olahraga Memamerkan Prestasi Siswa
Rangkaian kegiatan festival dimulai dengan pembukaan resmi yang dihadiri oleh pejabat Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu dan para orang tua siswa. Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan pertandingan olahraga yang melibatkan semua unit keahlian. Cabang olahraga yang dipertandingkan mencakup bola voli putra dan putri, sepak bola, bulutangkis, catur, tenis meja, dan bola basket.
Dalam kategori bola voli putri, tim dari Program Keahlian Administrasi Perkantoran berhasil meraih juara pertama dengan kemenangan telak 3-0 atas tim dari Program Keahlian Kuliner di pertandingan final. Semangat kompetisi yang sehat terlihat dari setiap gerakan dan taktik yang ditampilkan oleh kedua belah pihak selama tiga set pertandingan yang membutuhkan waktu lebih dari satu jam.
“Kemenangan ini adalah hasil dari latihan intensif selama berbulan-bulan. Kami sangat bersyukur bisa merepresentasikan program keahlian kami dengan baik. Pengalaman ini mengajarkan kami tentang kerja sama tim, disiplin, dan ketekunan yang akan kami terapkan di dunia kerja nanti,” ungkap Putri Dwi Cahyani, ketua tim bola voli putri, dengan mata berbinar.
Sementara itu, dalam pertandingan sepak bola antar kelas, kemenangan diraih oleh siswa kelas XI dengan mengalahkan siswa kelas XII dengan skor 2-1 dalam pertandingan yang berlangsung di lapangan utama SMK Kaplongan. Gol-gol spektakuler dan permainan pertahanan yang solid menjadi daya tarik utama dalam pertandingan yang dihadiri ratusan penonton ini.
Di kategori bola basket, perjalanan Sekolah SMK Kaplongan semakin meriah dengan partisipasi tim putra dan putri yang menampilkan permainan berkualitas tinggi. Tim basket putra berhasil merebut posisi sebagai juara pertama, sementara tim putri meraih posisi ketiga dalam klasemen akhir.
Puncak Seni: Pertunjukan Spektakuler yang Memukau Penonton
Jika ajang olahraga menampilkan aspek kompetitif, maka rangkaian pertunjukan seni pada hari terakhir festival (31 Maret 2026) menjadi puncak kreativitas dan ekspresi siswa SMK Kaplongan. Pertunjukan berlangsung di aula utama sekolah yang telah dipersiapkan khusus dengan panggung berstandar internasional, pencahayaan profesional, dan sistem audio-visual terkini.
Lebih dari 500 siswa terlibat dalam pertunjukan seni yang mencakup berbagai genre. Pembukaan acara ditandai dengan pertunjukan tari tradisional Sundanese yang memukau, menampilkan gerakan-gerakan yang elegan dan kostum autentik yang mencerminkan kekayaan budaya lokal Indramayu.
Seusai pertunjukan tari tradisional, panggung disaksikan oleh perpaduan modern yang menampilkan penampilan seni kontemporer. Kelompok puisi slam dari siswa kelas X berhasil menghadirkan karya-karya yang kritis dan menyentuh hati penonton. Puisi-puisi tentang pendidikan, cita-cita, lingkungan, dan identitas remaja modern disampaikan dengan penuh emosi dan ekspresi wajah yang dramatis.
“Kami ingin menunjukkan bahwa puisi tidak hanya sekadar karya sastra lama, tetapi juga bisa menjadi medium ekspresi generasi muda yang relevan dengan isu-isu kontemporer. Melalui kegiatan slam poetry ini, kami belajar berbicara di depan publik dengan percaya diri dan mengutarakan ide-ide kami dengan jelas,” jelas Muhammad Reza Pratama, ketua kelompok puisi slam SMK Kaplongan, setelah pertunjukan berakhir dengan Standing Ovation dari penonton.
Penampilan musik juga menjadi highlight festival ini. Band sekolah yang terdiri dari siswa kelas XI dan XII memainkan lagu-lagu original yang menunjukkan kreativitas tinggi. Dengan instrumen meliputi gitar listrik, bass, drum, keyboard, dan vokal, mereka memainkan lima lagu sepanjang pertunjukan mereka. Salah satu lagu original berjudul “Jejak Kaplongan” menceritakan tentang perjalanan siswa dalam menuntut ilmu di sekolah ini dan harapan-harapan mereka untuk masa depan.
Tak ketinggalan, penampilan tarian modern yang memadukan gerak kontemporer dengan musik electronic juga menjadi sorotan. Lebih dari 80 penari menampilkan koreografi yang kompleks dan sinkron, didukung oleh visual yang memukau melalui proyeksi video di belakang panggung.
Pameran Seni dan Karya Siswa
Selain pertunjukan langsung, festival ini juga menampilkan pameran seni rupa yang menampilkan karya-karya siswa dalam berbagai medium. Pameran berlangsung di dua lokasi, yaitu di aula utama dan di galeri seni yang baru direnovasi di gedung utama SMK Kaplongan.
Karya seni yang dipamerkan mencakup lukisan cat minyak, akuarel, sketsa, fotografi, dan karya seni digital. Tema-tema yang diangkat sangat beragam, mulai dari pemandangan alam Indramayu yang eksotis, potret kehidupan sehari-hari, hingga isu-isu sosial yang kritis. Beberapa karya menampilkan teknik yang sudah cukup matang, menunjukkan bahwa siswa SMK Kaplongan memiliki bakat seni yang perlu mendapat perhatian dan pengembangan lebih lanjut.
Seorang pengunjung pameran, Ibu Sinta Wijaya, orang tua siswa kelas XI, mengungkapkan kekagumannya terhadap karya-karya yang dipamerkan. “Saya tidak menyadari bahwa anak saya memiliki bakat melukis yang sebaik ini. Kegiatan festival ini memberikan kesempatan bagi mereka untuk menunjukkan potensi yang mungkin terpendam. Saya sangat bangga melihat antusiasme dan dedikasi mereka,” katanya sambil berdiri di hadapan sebuah lukisan besar yang menampilkan pemandangan pantai Indramayu.
Dukungan Institusional dan Dampak Jangka Panjang
Keberhasilan penyelenggaraan festival ini tidak terlepas dari dukungan penuh dari pihak manajemen sekolah dan dedikasi para pendidik. Dra. Siti Nurhaliza, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, menjelaskan bahwa festival ini merupakan bagian integral dari program pengembangan potensi siswa yang dirancang secara sistematis.
“Kami memahami bahwa era industri 4.0 menuntut lulusan yang tidak hanya memiliki keahlian teknis yang baik, tetapi juga harus memiliki kreativitas, kemampuan komunikasi yang baik, dan kepribadian yang kuat. Festival ini adalah salah satu instrumen untuk mengembangkan kompetensi-kompetensi tersebut. Kami mendorong setiap siswa untuk berpartisipasi aktif, entah sebagai atlet, penampil seni, atau pengorganisir acara,” tuturnya dalam wawancara khusus dengan redaksi berita kampus.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa partisipasi dalam festival ini dicatat sebagai bagian dari nilai karakter siswa yang akan masuk dalam rapor dan nantinya menjadi pertimbangan dalam penempatan kerja lulusan.
“Kerjasama dengan pihak industri dan dunia usaha memungkinkan kami untuk memberikan masukan mengenai profil lulusan yang dibutuhkan. Mereka mengatakan bahwa lulusan yang memiliki kemampuan olahraga dan seni, serta karakter yang baik, lebih mudah diterima dan berkembang di lingkungan kerja. Oleh karena itu, kami dengan sungguh-sungguh mendukung pengembangan aspek-aspek ini,” jelas Dra. Siti Nurhaliza lebih jauh.
Partisipasi dan Inklusi Siswa Berkebutuhan Khusus
Salah satu aspek yang patut diapresiasi dari penyelenggaraan festival ini adalah inklusi siswa berkebutuhan khusus (ABK) dalam berbagai kegiatan. SMK Kaplongan memiliki program khusus untuk siswa dengan berbagai kebutuhan, dan mereka tetap diberikan kesempatan untuk berpartisipasi sesuai dengan kemampuan dan minat mereka.
Beberapa siswa ABK turut serta dalam pertunjukan seni dengan penampilan yang mengharukan. Salah satunya adalah Doni Hermawan, siswa kelas X dengan keterbatasan mobilitas, yang berhasil menampilkan puisi yang sangat emosional tentang penerimaan diri dan harapan di tengah keterbatasan fisik yang dihadapinya. Penampilan Doni mendapat apresiasi luar biasa dari penonton dengan kepekaan mereka terhadap perjalanan hidup yang disampaikan melalui karya sastranya.
Kepala Sekolah Bambang Sutrisno merespons positif inklusi ini, “Kami percaya bahwa setiap siswa memiliki potensi yang unik, terlepas dari keterbatasan fisik atau kognitif yang mereka miliki. Festival ini adalah panggung di mana mereka bisa bersinar dan menunjukkan kepada dunia bahwa mereka juga bisa berkontribusi dengan cara mereka sendiri. Ini adalah bagian penting dari misi SMK Kaplongan sebagai institusi pendidikan yang progresif dan humanis.”
Testimoni Siswa dan Dampak Psikologis
Banyak siswa mengungkapkan bahwa partisipasi dalam festival memberikan dampak positif bagi perkembangan kepribadian mereka. Sinta Nur Azizah, siswa kelas XI Program Keahlian Kuliner yang menjadi bagian dari tim bola basket putri, mengatakan bahwa pengalaman berkompetisi telah meningkatkan kepercayaan dirinya.
“Sebelumnya saya cukup pemalu dan ragu-ragu dengan kemampuan saya. Tetapi melalui latihan rutin dan dukungan dari teman-teman satu tim, saya menjadi lebih percaya diri. Saya belajar bahwa kesalahan adalah bagian dari proses pembelajaran dan bahwa semangat tim bisa mengalahkan rasa takut. Ini adalah pelajaran yang sangat berharga,” ungkapnya dengan antusias.
Sementara itu, Ahmad Supriyanto, siswa kelas XII dari Program Keahlian Teknik Sepeda Motor yang menjadi gitaris dalam band sekolah, berbagi pengalaman tentang proses kreatif dalam menciptakan musik original.
“Membuat lagu original bukanlah hal yang mudah. Kami harus mendengarkan berbagai genre musik, bereksperimen dengan instrumen, dan terus melakukan revisi terhadap komposisi yang kami buat. Proses ini mengajarkan kami tentang pentingnya kolaborasi, fleksibilitas, dan persistensi dalam menghadapi tantangan. Saya yakin skill-skill ini akan sangat berguna dalam karir kami di masa depan,” jelasnya.
Apresiasi Pihak Eksternal dan Kerjasama Lintas Institusi
Festival ini juga mendapat apresiasi dari pihak eksternal, termasuk dari Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu dan beberapa institusi lokal. Drs. Hendra Wijaya, Kepala Seksi Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu, yang hadir dalam acara pembukaan, memuji inisiatif SMK Kaplongan dalam mengintegrasikan pengembangan hard skill dan soft skill.
“SMK Kaplongan menunjukkan komitmen yang luar biasa dalam memberikan pendidikan vokasi yang holistik. Tidak hanya fokus pada keahlian teknis semata, mereka juga mengembangkan dimensi humanis dan seni pada siswa mereka. Ini adalah model yang patut dijadikan contoh oleh sekolah-sekolah menengah kejuruan lainnya di Indramayu dan sekitarnya,” ucap Hendra Wijaya dalam keterangan resminya.
Dari sisi kerjasama dengan dunia industri, beberapa perusahaan yang menjadi mitra SMK Kaplongan juga hadir dalam festival ini. PT. Sumber Teknik Utama, perusahaan yang banyak merekrut lulusan dari Program Keahlian